Thursday, October 17, 2019

Bila Anda pernah berkunjung ke Sumatera anda pasti merasakan sesuatu yang berbeda, kalau saya menyebutnya “surga”. Betapa tidak, sepanjang perjalanan saya seperti diikuti oleh jejeran bukit yang indah berwarna biru yaitu  bukit barisan yang melingkar sempurna dengan punggung bukit meliuk-liuk seperti Ular Naga tidur. Di lerengnya berkotak-kotak sawah terhampar menghijau dan hamparan pohon – pohon. 

Di sela selanya anda masih bisa melihat banyak pohon durian berdiri gagah menggenapkan keindahan bukit barisan. Apa lagi bila Anda datang saat usai subuh maka akan terlihat kabut tebal disekitar kita ditambah suhu udara dingin yang menyejukan.

Awan masih malas malasan di sekitar bukit, sesekali kalau anda beruntung bisa melihat tumpukan durian yang berguguran di sekitar pohon yang tumbuh di tepi – tepi jalan.

Atau kalau Anda punya waktu lebih, esok subuhnya berlarilah di hamparan jalanan yang asri dan rasakan paru – paru anda akan terisi udara segar yang membuat ketenangan tiada tara.

Gedebug!!!!!

Suara durian jatuh membuyarkan lamunan saya. Wieeet serius setelah saya menengok ke atas saya baru sadar berdiri di bawah ratusan durian dengan berat 2 kg yang siap menghujam apa saja di bawahnya, waduh bisa boyok muka saya.

Tanpa kode tanpa komando reflek saya berlari kencang. Bukannya lari ke gubug menghindar, saya seperti kesetanan berlari mengambil durian tak peduli bonyok tak peduli milik siapa pokoknya saya mau ambil durian inilah mimpi terliar saya selain mecium Dian Sastro hehehe, Panen durian.

Setelah mendapatkan durian, saya seperti anak kecil kegirangan berlari lari kecil ke gubug entah milik siapa. Sebagai pengemar durian, saya sebenarnya benci durian karena sering dikhianati. Sekali beli enak sepuluh kali gagal, yang busuklah, yang hambarlah, yang asemlah ada saja alasannya yang membuat saya kecewa.

Tapi apalah itu semua, di depan saya sudah ada durian kulit coklat tua dibalut belahan daun kering menggoda setiap simpul syaraf saya. Aaaa… belah duren.!!!!

Aroma wangi pandan membubung seperti jin keluar dari lampu ajaib, kulitnya buah kuning langsat mulai tersingkap, sungguh sempurna 3 ruas daging durian montok menatang.

Hap… !!!! buah durian lumer di mulut saya rasanya sulit dijabarkan hanya rasa pulen dengan manis berpadu pahit disetiap gigitan yang mampu dicerna indera pengecap saya, sedangkan rasa yang lain susah di gambarkan, “surga” !!! Sebuah rasa amat sangat dalam, hanya diam yang mampu menggambarkan rasanya.(AF)

Tags: , ,

Related Article

No Related Article

0 Comments

Leave a Comment

FOLLOW US

GOOGLE PLUS

PINTEREST

FLICKR

INSTAGRAM

Social