Thursday, October 17, 2019

MANNA – Hal ini diungkapkan oleh seorang pemerhati pembangunan Bengkulu Selatan “saya sangat kecewa karena dalam sejarah, belum pernah proyek PL di Bengkulu Selatan sampai akhir tahun belum juga di gelar, padahal anggaran APBD telah di sahkan bulan Desember tahun lalu.
Jadi saya curiga ada sesuatu masalah yang hebat di dalam Dinas PUPR ini tegas ibrahim ” Mendengar keluhan saudara ibrahim pihak media langsung konfirmasi ke pihak terkait karena pada tanggal 16 september 2019 Kadis PUPR mengatakan akan di gelar secepatnya, ini yang membuat perbedaan informasi yang berkembang, sebab saat di konfirmasi pejabat pengadaan memang sudah ada yang di gelar sebanyak 9 paket PL yang pengumuman tanggal 28-29 agustus dan terkontrak tanggal 30 agustus, inilah yang membuat masalah “kok kepala dinas sebagai PA berbicara tanggal 16 september 2019 belum di gelar PL, saat di konfirmasi Kepala Dinas PUPR Silustero mengatakan tidak mengetahui kalau sudah ada PL 9 paket yang terkontrak.
“Saya tidak tau kapan buatnya, cuma saya di kasih tau kontraknya sudah selesai oleh saudara Aan kabid lama di BM tegas silustero”

Saat di tanya kapan saudara Aan memberi tahu bapak jawab Pak Silustero saya lupa, Saat wawancara dengan pak silus sapaan akrabnya di ruangan tersebut juga hadir pak Nuzmanto selaku sekretaris Dinas PUPR yang juga mengatakan no koment saya tidak tau menahu tegasnya”.
Kemudian pihak media menghubungi kabid Bina Marga saudara Tedi lewat pesan WA dengan jelas dia mengatakan baru tau saat di hubungi pihak media ini.

Jadi wajar saja masyarakat bertanya terkait pelaksanaan proyek ini sedangkan pejabat di PUPR saja tidak tau di gelar proyek PL 9 paket ini.
Baru beberapa hari persoalan PL 9 paket yang tidak tau asal mulanya, PUPR kembali di hebohkan 2 paket hotmix yang sudah 103 hari lebih dari pengumuman LPSE pemenang terkontrak tanggal 12 juni 2019, masih sama jawaban pengawas maupun PPTK nya mengatakan gak masalah yang penting pekerjaan selesai.
Saat di tanya papan merek pengawas bernama Alan mengatakan di simpan oleh pelaksana kontraktor, padahal sudah jelas itu melanggar aturan yang ada dan yang jadi pertanyaan kami adalah kenapa semua ini tidak ada yang menindak.

Dari pantauan awak kami bisa di simpulkan bahwa PUPR Bengkulu Selatan tertutup informasi ke masyarakat,
Karena persoalan di internal sendiri saling tidak komunikasi, untuk itu kami mohon kepada Bapak Bupati Gusnan Mulyadi untuk turun lansung supaya tidak ada lagi kesimpang siuran berita tentang PUPR ini.
Karena kalau dibiarkan bisa berpengaruh terhadap pembangunan Bengkulu Selatan pungkas ibrahim. (YM)

Tags:

Related Article

0 Comments

Leave a Comment

FOLLOW US

GOOGLE PLUS

PINTEREST

FLICKR

INSTAGRAM

Social