Thursday, October 17, 2019

BENGKULU SELATAN – Diduga pelaksana kontraktor mengmbil material dari aliran sungi tersebut dengan alasan kurang sedikit (dalam artian pelaksana tidak melanggar kalo sedikit).

Kini terjadi kembali di di SD Negeri 36 Bengkulu Selatan dengan pelaksana yang sama dengan pelaksana proyek di SD Negeri 121 Seluma, PT. ANDICA PERSAKTIAN ABADI dengan dana lebih besar Rp 1.916.678.000,
Lebih unik nya lagi pekerjaan ini juga melanggar UU No 4 Tahun 2009 pasal 161 tentang galian C.

Dalam pantauan kami saat ke lapangan pelaksana menggunakan pasir pantai, padahal di Bengkulu Selatan ini tidak ada satu pun galian C berizin yang terdapat di pantai.

Saat di konfirmasi ke pelaksana yang bernama Daut ” dengan santai dia menjawab “saya tidak tahu, saya kan cuma beli” jadi bukan urusan saya orang itu mau ngambil di mana pikir daut.

Jadi analisa kami kalo yang di SD Negeri 121 Seluma biar melanggar tidak masalah kalo sedikit, nah kalo yang SD Negeri 36 Bengkulu Selatan mau bahan dari mana tidak masalah kalo beli.

Sekarang pertanyaannya saat mau bayar pajak bunga batu syaratnya harus surat jalan (nota) dari kuari berizin, dari mana pelaksana mendapatkan surat jalan kalau mereka menggunakan material pantai.

Berarti akan timbul masalah lagi ujar ibrahim seorang warga yang notabene pernah menjadi kontraktor.

Setelah itu pihak media mengecek Fisik pekerjaan, ditemukan pasangan keramik lama tidak di bongkar, lansung di cor lantai, saat di tanya ke pada pak Daut,ini memang teknisnya, malah lantai nya lebih kuat kalo keramik nya tidak di bongkar “kata daut” semen dan pasir di aduk di atas lantai tanpa kotak untuk membuat adukan, sehingga menurut kami ini meragukan takaran yang seimbang, saat mau di konfirmasi ke konsultan pengawas tidak ada di lokasi.

Saat berita akan di muat pihak lembaga BPAN ALIANSI INDONESIA Diki syaviktori menghubungi pihak media, Diki menegaskan akan melapor kan ini secara resmi ke pihak yang tekait, jangan main – main dengan aturan.

Dengan demikian kami sebagai media yang berimbang supaya masyarakat tidak gagal paham masalah UU dan aturan, kami mohon kepada pihak TP4D KEJATI BENGKULU untuk melakukan pengawasan terhadap pelanggaran kedua kalinya yang dilakukan pihak PT. ANDICA PARSAKTIAN ABADI (SD Negeri 121 Seluma dan SD Negeri 36 Bengkulu Selatan), dan meminta dinas terkait untuk melaksanakan pengawasan ke lapangan. ( YM)

Tags:

Related Article

0 Comments

Leave a Comment

FOLLOW US

GOOGLE PLUS

PINTEREST

FLICKR

INSTAGRAM

Social