Thursday, October 17, 2019

Kejayaaan dan keunggulan suatu bangsa terletak pada kualitas para pemuda yang dimiliki bangsa tersebut. Di era digitalisasi teknologi saat ini pemuda disebut sebagai generasi milenia yang lekat dengan lingkungan berbasis informasi teknologi seperti smartphone, global networking dan sebagainya, serba cepat, serba mudah, membuat terlena karena kenyamanan yang ditawarkan dunia digital. Lantas apa benar pemuda kita tidak siap menghadapi tantangan perkembangan zaman digital ?

Siapa yang dimaksud pemuda itu ?

Pemuda adalah individu yang berada pada tahap yang progresif dan dinamis, sehingga kerap kali pada fase ini dikatakan sebagai usia yang produktif untuk melakukan berbagai bentuk kegiatan, baik belajar, bekerja, dan lain sebagainya
Menurut hukum positif di Indonesia, yang dimaksud pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Secara biologis pemuda merupakan manusia pada fase yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik tertentu, dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki masa aqil baligh
Sebutan pemuda bisa saja diperluas tanpa memandang usia tapi dengan melihat karakteristiknya yaitu memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan, tanggungjawab, dan ksatria, serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan futuristik
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan, generasi penopang kemantapan kehidupan bermasyarakat dan bernegara

Apakah semua pemuda itu menjadi pelopor kemajuan bangsa ?

Ya, pada dasarnya semua pemuda merupakan komunitas yang sangat potensial dan strategis sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional.
Namun tentu saja yang dimaksud adalah generasi muda yang memiliki karakter positif yang akan mampu menjadi faktor potensial dalam mengisi pengembangunan. Peran aktif pemerintah baik di pusat maupun daerah sangat diperlukan guna melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda berupa memberi peluang, fasilitas, dan bimbingan yang sesuai dan berdasarkan tanggungjawabnya sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.

Tantangan dan peran generasi muda Milenial

Di era globalisasi ini tantangan bagi kemajuan bangsa tentu saja sangat besar, dimana pertumbuhan pasar global dunia, kecepatan perkembangan teknologi komunikasi sedemikian canggih menyebabkan keterbukaan informasi berkembang pesat, hingga mendorong gelombang Revolusi Industri 4.0. Paling tidak ada 3 hal mendasar yang menjadi tantangan generasi muda milenial saat ini :
Tantangan pertama ketahanan ekonomi. Menurut Kajian Outlook Perekonomian Indonesia 2017 yang dirilis oleh Bapenas, salah satu tantangan domestik yang dihadapi perkonomian Indonesia adalah aktivitas sektor swasta yang relatif masih lambat. Selain itu, upaya peningkatan NPL di sektor perbankan serta peningkatan sektor swasta sebagai sumber pertumbuhan ekonomi perlu terus didorong dan dikembangkan. Bagaimana peran pemuda kita mengolah pasar global yang berbasis ecomerce menjadi suatu tren peluang usaha kreatif, mengangkat potensi ekonomi kemasyarakatan dalam jaringan digital, sehingga mampu mandiri secara ekonomi.

Tantangan kedua yakni bagi generasi milenial adalah ketahanan mental ideologi. Kekuatan terbesar negara adalah persatuan dan kesatuan. Adalah wajar bila keberagaman kondisi masyarakat di Indonesia dilain sisi tentu berpeluang menimbulkan konflik dan perpecahan, namun ideologi Pancasila menjadi jurus sakti merekatkan keberagaman tersebut sebagai pemersatu bangsa. Justru keberagaman masyarakat yang kaya sumber daya dan kaya budaya serta kuat dalam beragama menjadi kekuatan majemuk yang sulit untuk dikalahkan.

Bagaimana pemuda milenial meng-update strategi untuk menguatkan poin-poin persatuan sebagai tujuan utama, termasuk menjadi pelopor penerapan karakter-karakter positif, seperti kedisiplinan, kepemimpinan, kejujuran, keberanian, kesabaran dan lainya untuk merubah sedemikian banyak perbedaan yang ada dalam masyarakat agar mampu menangkal ideologi serta nilai-nilai negatif dari luar yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Tantangan Ketiga, kemajuan teknologi terbarukan, berlimpahnya sumber daya yang kita miliki tidak serta merta memberikan kemakmuran bagi masyarakat, diperlukan konsep teknologi baru yang handal dan tepat guna sehingga sumber daya dapat dikelola dengan maksimal dan mendatangkan keuntungan bagi seluruh masyarakat. Berupaya mengangkat potensi kearifan lokal tersebut, meluaskan jejaring pasar internasional, memacu teknologi digital yang ramah sosial budaya dan sebagainya.

Diperlukan kreativitas serta motivasi yang tinggi dari para pemuda milenial untuk mempelajari ilmu pengetahuan, mengadopsi, merekayasa berbagai teknologi baru sehingga dapat segera mewujudkan suatu pembangunan teknologi yang sesuai dan dibutuhkan masyarakat agar dapat bersaing di era global.

Dalam catatan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pemuda berperan aktif sebagai ujung tombak dalam mengantarkan bangsa dan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat. Demikian pula saat ini, generasi muda milenial yang hebat, berakhlak mulia, sehat, tangguh, cerdas, mandiri, dan profesional sangat diperlukan dalam mengisi pembangunan menjadi bangsa Indonesia yang kuat.(AR)

Tags: , , ,

Related Article

No Related Article

0 Comments

Leave a Comment

FOLLOW US

GOOGLE PLUS

PINTEREST

FLICKR

INSTAGRAM

Social