Thursday, October 17, 2019

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di ruas Jalan Terminal Bandar Deli dan Sumatera Utara Belawan menuai protes dengan cacian maki dari pedangang kepada petugas.

Pemerintah kota Medan kedepan diharapkan akan segera memiliki grand design (rancangan besar-red) dalam penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Permasalahan PKL di Kota Medan dari tahun ke tahun tidak pernah ada perubahan, PKL di Kota Medan selalu dihadapkan dengan kekerasan berupa penertiban oleh Satpol PP bahkan tidak jarang terjadi kontak fisik.

Protes dari pedangan karena dianggap tidak ada pemberitahuan sebelumnya untuk dilakukan pembongkaran lapak.

Seorang pedangang makanan dan minuman, Br Sihombing mengatakan, penertiban yang dilakukan tersebut tidak diberitahu baik secara lisan maupun tulisan.

Memang petugas tidak ada hati nuraninya, kami berjualan di sini untuk membiayai keluarga kami, kalau sudah tergusur mau kemana lagi kami mencari untuk nafkah. Kemana otak kalian,” kata Br Sihombing saat di lokasi pembongkaran.

Meski mendapatkan caci maki dari pedangang, namun tidak dapat membendung tim gabungan menggusur rata puluhan lapak PKL tersebut.

Pemerintah Kota Medan sebenarnya sudah menyediakan tempat untuk berjualan bagi pedagang namun tetap Pemerintah harus menyadari kalau PKL adalah aset yang berharga dan harus diberdayakan.

Menurut Kolonel (Purn) Indra J Nasution, Pemkot Medan harus segera memiliki grand design soal penataan PKL yang baik sehingga para PKL ini tidak senantiasa berjualan diruas-ruas trotoar dipinggir jalan secara sembarangan atau dipinggir jalan protokol utama yang akan menyebabkan kemacetan serta kesembrawutan.

Namun sebelum menertibkan Pemerintah Kota Medan juga harus senantiasa menyusun Grand Design untuk para PKL agar rezeki mereka tidak berkurang tapi justru bertambah. (AF)

Tags: , , ,

Related Article

No Related Article

0 Comments

Leave a Comment

FOLLOW US

GOOGLE PLUS

PINTEREST

FLICKR

INSTAGRAM

Social