Tri Yuliastuti : Perikanan di Rembang Belum Maksimal, Siap Bantu Aspirasi Nelayan
Dengan garis pantai sepanjang 63,5 kilometer, sebagian besar kebutuhan ikan untuk konsumsi dan industri di Rembang banyak dipasok dari daerah lain, termasuk dari pesisir Jawa Timur. Potensi perikanan tangkap di pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, baru dimanfaatkan sekitar 20-30 persen.

Dengan garis pantai sekira 63,5 kilometer, produksi perikanan tangkap di wilayah itu bisa mencapai 1.500 ton per hari. Produksi perikanan tangkap di daerah tersebut hanya sekira 400 ton per hari. Jumlah itu belum mencukupi kebutuhan masyarakat dan industri pengolahan ikan di Rembang dan sekitarnya yang mencapai 1.200 ton per hari," terang Tri Yuliastuti Caleg DPRD Partai Perindo, Dapil 1 Rembang, Nomor Urut 1 ini.

Ini ironis, mengingat Rembang merupakan daerah pesisir. Ini yang jadi salah satu fokus pengembangan sektor perikanan ke depan.
Rembang masih menggantungkan pasokan ikan dari daerah lain.

"Dan Saya nantinya akan bersama Bapak Alan Juyadi Caleg DPR RI Perindo No Urut 5 siap menyuarakan aspirasi dari para nelayan, terutama nelayan Desa Pasar Banggi dan nelayan Desa Tritunggal," ungkapnya.

Diharapkan, kehadiran industri yang dilengkapi teknologi perikanan tangkap yang lebih canggih mampu mendongkrak angka produksi ikan.

Meski pun masih menjadi produsen ikan laut terbesar di Jateng, kata Dia, pemerintah harus mendorong sektor kemaritiman di Rembang semakin bertumbuh, salah satunya dengan mengundang investasi di bidang perikanan tangkap.

Ikan-ikan ini dijual melalui 11 tempat pelelangan ikan (TPI) di wilayah tersebut.
Hasil ikan tangkap di Rembang, antara lain ikan layang, tembang, tongkol, tenggiri, kepiting dan kakap. (HK)

What's your reaction?

Comments

http://igscyber.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!

Facebook Conversations

Disqus Conversations